Minggu, 29 April 2012

first day in the jungle

Selamat siang semua... saya Historya ardiaynti. sedikit share nih tentang diklat pecinta alam SMA saya..
saya lupa kapan persisnya kapan tanggalnya -__- hehe
tapi ini terjadi ketika saya kelas 1 SMA semester 1.
kala itu saya beserta 9 teman saya mengikuti diklat peinta alam. tas carrier yang beratnya minta ampun pun sudah siap siaga di punggung masing masing. pertama tama kita checking dulu nih.. apakah semua barangnya ada atau belum.. kalo belum, kita mesti membagi milik kita dengan teman kita.
di sini, kebersamaan adalah nomor satu. kita harus mempunyai rasa saling memiliki dan kekeluargaan #ecieehh.. haha
tepat sekitar pukul 8 pagi kita mulai goes to the jungle! yey!

and the suckest thing was we went to the jungle by..truck!
ini mungkin terdengar primitif, tapi mengingat barang bawan kita yang kelewatan banyaknya dan pula kita bakal stay in the jungle for about 4 days...it was okay

ini adalah ketika kita sampai di pos awal


next, kita berhenti di suatu jalan dan kita di beri sebuah peta kontur (jujur saya gak bisa baca ni peta) sama kompas. dari titik itu, kita di suruh mencapai tujuan kita yang berjarak sekitar 2 gunung jauhnya dari tempat kita start.. kita gak boleh naik mobil or ojek, but we just used our compass and map. everything must be primitive and we were not allowed to brought something instant ofcourse :D tapi justru itulah yang menyenangkan dari semuanya
kita di bagi menjadi 2 kelompok. saya masuk ke dalam kelompok Elang Alap. pertama tama kita menentukan posisi dengan menggunakan kompas. and yaps, kita pun jalan menuju tempat yang kita yakini jalan yang tempat.

tapi kemudian kami di beri masing masing kelompok sebuah telur mentah yang harus kita jaga. peraturannya adalah: "jika ketua kelompok memecahkan satu telur, maka satu orang anggota kelompoknya harus pulang. namun jika ketua panitianya yang mecahin telur, berarti diklat angkatan kita batal dan semua harus pulang"
mendengar itu, saya sempet berpikir bahwa 'kalau anggota yang memecahkan telur, maka tidak akan ada yang pulang'.. maka telur itupun di bawa saya. namun sempat ada lagi pemikiran bahwa 'mending telurnya di rebus aja biar gak bisa pecah' tapi akhirnya pemikiran itu di tolak entah dasar apa saya lupa XD hehe



ketika saya (baju merah,krudung putih, yg menghadap ke kiri) sedang menentuka posisi kita di peta kontur


setelah berjalan kira kira 5km dengan medan yang tak dapat di simpulkan bagaimana terjalnya dan juga hujan lebat. kita kita kemudian memutuskan untuk berteduh sejenak untuk memakai minyak komando (sejenis minyak buatan sendiri yg dpt menghangatkan tubuh agar tidak masuk angin). selagi menunggu teman teman kita memakai minyak komando. kita sejenak berembug tentang jalan yang akan kita lewati. setelah semua selesai memutuskan pendapat bersama kelompok lain karena kita memutuskan untuk tetap bersama sama walaupun berbeda kelompok. kita memutuskan untuk berbalik arah dan mengambil arah 90 derajat ke kanan dari pos awal.

oh iya, selain kelompok saya (kelompok Elang Alap) dan kelompok lain (namanya kelompok Elang) ada juga kelompok panitia yang bernama The Owl. mereka bertugas untuk mengikuti di manapun kita akan pergi sekalipun itu jalannya salah, dan juga kelompok Senior. kelompok senior terdiri dari para alumnus SMA kita dari berbagai usia, tapi umumnya bereka seumuran 20 tahunan, dan kelompok Senior jugalah yang paling berkuasa di antara semuanya. walakun aku jamin mereka itu gokil gokil semua :D

akhirnya kita memutuskan untuk menggunakan metode apa gitu saya lupa namanya, pokoknya prinsipnya kita  jalan lurus menuju tempat tujuan tanpa mengenal jurang kek sawah kek apapun.. jadi kita waktu itu berpendapat bahwa tujuan kita sekitar 32 derajat ke timur. dan berjalan lah kita ke sana.

awalnya kita harus menuruni lembah dan sawah. dan lagi lagi hujan turun dengan lebat tanpa henti hentinya hari itu. setelah berjauh jauh jauhnya dan pula hari menjelang petang. kita putuskan untuk membuat bevoak, bukan tenda. bagi kami waktu itu, tenda adalah sesuatu yang mustahil. karna kita di wajibkan mengunakan bevoak, bukan tenda. bivoak adalah sejenis tempat berteduh yang terbuat dari jas hujan milik kita. jadi kita harus sekreatif mungkin untuk membangunnya degan media yang super sempit.

setelah menentukan sumber air serta tanah mana yang baik dan bagus serta buka merupakan sarang dari binatang. kita mendirika bevoak kita disana. butuh sekitar setengah jam bagi kita untuk membangunnya. atas usul saya, akhirnya saya beserta ke empat teman wanita saya yang lain perencana untuk membuat bevoak ukura besar dengan cara menggabungkan jas hujan kita masinng masing dan memasangnya seanggun mungkin #beehhh (padahl bentuknya jauh dari kata layak.)

kita solat dan memasak makanan. memasak pun kita tidak menggunakan kompor, apalagi gas. tapi kita menggunakan kompor kapur. kompor kapur ini terbuat dari kumpulan kapur tulis yang telah di campur dengan lelehan lilin dalam sebuah wadah kaleng bekas. saya pun baru tahu tenang hal itu sekitar beberapa minggu sebelum diklat di mulai. bersama seluruh rekan PA (Pecinta Alam) yang lain, jauh sebelum haru H kita sudah mempersiapkan semuanya.
then, we cooked rice first. setelah menyadari bahwa kompor tsb akan membutuhkan waktu yang nangudzubillah lama kalau untuk memasak nasi. akhirnya kita putuskan untuk memakan nasinya setengah matang dan sisanya untuk memasak air panas.
kita membagi tugas masing masing. ada yang bertugas memasak, ada yang bertugas mengumpulkan ranting, ada yang bertugas mentata bevoak, dll. namun tiba tiba ada salah satu teman saya yang alergi dinginnya kumat, akhirnya kita putuskan untuk mengantarkannya kepada panitia untuk meminta obat. dan tak lama kemudia saya merasa gatal gatal yang sepertinya saya di rambati ulat bulu atau mungkin saya salah memakan daun daunan di jalan ketika sedang mangumpulkan daun daun liar yang (saya kira) dapat di makan.

kemudian saya diantarkan teman saya menuju kegelapn malam untuk  ke tempat panitia. yang ternyata mereka sedang menyalakan api unggun! omg! api unggun adalah sesuatu yang sesuatuuuu sangat kala itu!

and at the moment, saya dan teman saya yang alergi dingin itu di beri minuman jahe da susu. bahagia banget kala itu bisa makan makanan sepeti itu, karna sebelumnya kita hanya memakan daun daun liar di sepanjang jalan di tambah beras (karena nasinya lebih mirip beras).
senior dan para The Owl (panitia) bercanda canda dan membuat kita tak henti hentinya tertawa. setelah merasa agak mendingan di dekat api yang menghangatkan. akhirnya salah seorang panitia memangggil semua teman saya untuk datang ke kamp para panitia untuk sesi koreksi.

after not along time, we discussed about our first day. kita merencanakan apa yang akan kita lakukan di hari berikutnya dan langkah yang akan kita ambil. kita juga mengkoreksi kesalahan kesalahan yang ada agar tidak terulang lagi. that was good i though. setelah sekitar pukul 11 malam (kata paitia) karena para peserta di larang membawa jam ataupun barang elektronik. kita di persilahkan tidur di bevok masing masing.

di tengah tidur daya terbangun karena menyadari bahwa saya di hinggapi pacet! pacet adalah sejenis lintah kecil. namun tuntung saya hanya satu ekor,tanpa membuat kegaduhan saya menyingkirkan pacet tsb dan kembali tidur di tempat tsb.

well.. to be continued dulu ya.. hehe..
i will tell you more about this, my experience. hope it will useful for you.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar